About

Assalaamualikum. Wr. Wb.

Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang mau singgah ke blog ini. Tentunya menjadi motivasi bagi saya pribadi yang masih belajar ‘ngutak-ngatik’ blog ini. heu

Dua puluh enam tahun silam, atau tepatnya hari  Selasa tanggal 21 Maret 1989, seorang bayi laki-laki lahir di sebuah kampung yang berada di kaki sebuah gunung bersejarah, Gunung Cakrabuana. 

Dudin Samsudin,  iyaaa,,  itulah nama yang diberikan oleh orang tua untuk saya. Lahir dan dibesarkan disebuah keluarga yang ta'at beragama, membuat saya terus digembleng dengan pelajaran Agama. Pendidikan selama sembilan tahun ditempuh di desa saya.  SDN Lemah Putih 2 dan SLTPN 1 Lemahsugih, keduanya berjarak 2 km dari  tempat  saya lahir,  yang harus ditempuh dengan berjalan kaki setiap harinya. 

Tahun 2004, setelah lulus SMP, awalnya saya tidak yakin bisa melanjutkan pendidikan formal karena terbentur masalah ekonomi keluarga. Namun, Alloh berkehendak lain, Juli 2014 pertamakali kaki ini menginjakkan di sebuah pesantren yang sampai saat ini seolah kaki ini sanagt enggan untuk meninggalkannya. PONDOK PESANTREN SURYALAYA. Pesantren yang merubah pola pemikiran, Pesantren yang memiliki 'Maha guru' yang menjadi panutan semua umat, Syekh Akhmad Shohibul Wafa Tadjul Arifin, r.a (rinduku untuk mu Abaaah.). 

Ini pertama kali saya harus hidup jauh dari orang tua, hari-hari dilewati dengan penuh harapan, harapan yang selalu diidamkan oleh semua anak di muka bumi,  menjadi anak yang berguna bagi Agama dan Negara. Amiiin.

Madrasah Aliyah Serba Bakti adalah sekolah yang menjadi pilihan saya, selain karena ilmu agamanya banyak, sekolah ini juga merupakan sekolah yang mejadi banyak pilihan santri-santri lain. Setelah menyelesaikan pendidikan di MA, saya melanjutkan pendidikan formal ke INSTITUT AGAMA ISLAM LATIFAH MUBAROKIYAH Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Alhamdulillah pada tahun 2011 saya bisa menyelesaikan pendidikan Strata satu ini dengan menyandang gelar  S.Kom.I. Satu tahun sebelum itu, didasari dengan mengisi kekosongan waktu dan khidmat untuk Pangersa Abah, saya mencoba mengabdikan diri di Pondok Remaja Inabah XX, yang sampai saat ini menjadi tempat kerja saya. Heuheu

Tahun 2014, rupanya ini tahun yang tak akan pernah saya lupa, kekasih hati yang hampir tujuh tahun menjalin hubungan . Tika Rupi’ah Nurhayati, titisan Ibunda Hawa yang Alloh ciptakan untuk mengisi hari-hari saya ke depan, istri yang sangat mengerti keadaan suaminya yang masih malas-malasan. Semoga menjadi istri yang terus memberikan motivasi-motivasi baik bagi diri saya.

Hari ini, saya masih terus berjuang menyelesaikan Studi S2 saya di UIN Bandung dengan mengambil jurusan Sejarah Kebudayaan Islam, semoga kelak menjadi sejarawan yang terus memberikan kontribusi bagi bumi ini. Amiiin.

Wassalam…..

Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!